TERKINI
malukuapa-selanjutnya

Maluku: APBD Semester I Masih Rendah

6 Juni 20261 pembaca
Bagikan:
maluku

Maluku: APBD Semester I Masih Rendah

Apa sebenarnya yang terjadi dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di Maluku? Wakil Ketua Komisi III DPRD SBT, Fadli Salim Elbetan, mengungkapkan bahwa serapan APBD semester I masih rendah, yakni sekitar 30 sampai 40 persen. Ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan anggaran dan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. Serapan APBD yang rendah ini dikaitkan dengan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Maluku. Fadli Salim Elbetan mengakui bahwa sebagian besar OPD belum dapat mengoptimalkan anggaran yang tersedia. Hal ini tentu saja berdampak pada perekonomian masyarakat, karena anggaran yang tidak terpakai dengan efektif dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Dampak dari serapan APBD yang rendah ini dapat dirasakan oleh masyarakat Maluku. Ekonomi masyarakat dinilai terdampak karena anggaran yang tidak terpakai dengan baik dapat mengurangi kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan dalam pengelolaan APBD untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dan memaksimalkan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah daerah perlu meningkatkan kinerja OPD dan mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, diharapkan perekonomian masyarakat Maluku dapat meningkat dan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan. Perlu dilakukan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan serapan APBD dan memastikan bahwa anggaran yang tersedia dapat digunakan dengan efektif dan efisien.

Sumber

Bagikan:

ℹ️ Artikel penjelas. Disusun dengan bantuan AI dari ringkasan beberapa sumber (lihat di atas) agar mudah dipahami. Untuk laporan resmi & terbaru, kunjungi tautan sumber.